Tampilkan postingan dengan label FARMAKOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FARMAKOLOGI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2013

MEKANISME KERJA OBAT ANTIRADANG

Mediator dan substansi radang
Kerusakan sel akibat adanya noksi akan membebaskan berbagai mediator
atau substansi radang antara lain histamin, bradikinin, kalidin, serotonin,
prostaglandin, leukotrien dan sebagainya. Histamin terdapat pada semua jaringan

Kamis, 26 Juli 2012

Genomics and Drug Response

Genomic Medicine
W. Gregory Feero, M.D., Ph.D., Editor, Alan E. Guttmacher, M.D., Editor

Genomics and Drug Response

Liewei Wang, M.D., Ph.D., Howard L. McLeod, Pharm.D., and Richard M. Weinshilboum, M.D.
N Engl J Med 2011; 364:1144-1153March 24, 2011

Pharmacogenomics is the study of the role of inherited and acquired genetic variation in drug response.1 Clinically relevant pharmacogenetic examples, mainly involving drug metabolism, have been known for decades, but recently, the field of pharmacogenetics has evolved into “pharmacogenomics,” involving a shift from a focus on individual candidate genes to genomewide association studies. Such studies are based on a rapid scan of markers across the genome of persons affected by a particular disorder or drug-response phenotype and persons who are not affected, with tests for association that compare genetic variation in a case–control setting.2 An example is provided in this issue of the Journal: McCormack

Minggu, 29 Mei 2011

Hipertensi

Hipertensi

Hipertensi adalah adanya peningkatan tekanan darah arteri yang persisten pada 2-3 kali pemeriksaan. The Seventh Joint National Committee (JNC 7) mengklasifikasikan tekanan darah pada orang dewasa sebagai berikut:
1. Normal    : < 120 mmHg (sistolik) dan < 80 mmHg (diastolik)
2. Prehipertensi   : 120-139 mmgHg / 80-89 mmHg
3. Hipertensi Tahap 1    : 140-159 mmHg / 90-99 mmHg
4. Hipertensi Tahap 2    : ≥ 160 mmHg / ≥ 100 mmHg

Senin, 28 Maret 2011

PEDOMAN FARMASI BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI DEPKES

PEDOMAN FARMASI BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI
DEPKES


Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat dilalui dengan aman. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Kesehatan ibu hamil adalah persyaratan penting untuk fungsi optimal dan perkembangan kedua bagian unit tersebut. Obat dapat menyebabkan efek yang tidak dikehendaki pada janin selama masa kehamilan. Selama kehamilan dan menyusui, seorang ibu dapat mengalami berbagai keluhan atau gangguan kesehatan yang membutuhkan obat. Banyak ibu hamil menggunakan obat dan suplemen pada periode organogenesis sedang berlangsung sehingga risiko terjadi cacat janin lebih besar. Di sisi lain, banyak ibu yang sedang menyusui menggunakan obat-obatan yang dapat memberikan efek yang tidak dikehendaki pada bayi yang disusui. Karena banyak obat yang dapat melintasi plasenta, maka penggunaan obat pada wanita hamil perlu berhati-hati. Dalam plasenta obat mengalami proses biotransformasi, mungkin sebagai upaya perlindungan dan dapat terbentuk senyawa antara yang reaktif, yang bersifat teratogenik/dismorfogenik. Obat-obat teratogenik atau obat-obat yang dapat menyebabkan terbentuknya senyawa teratogenik dapat merusak janin dalam pertumbuhan. Beberapa obat dapat memberi risiko bagi kesehatan ibu, dan dapat memberi efek pada janin juga. Selama trimester pertama, obat dapat menyebabkan cacat lahir (teratogenesis), dan risiko terbesar adalah kehamilan 3-8 minggu. Selama trimester kedua dan ketiga, obat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan secara fungsional pada janin atau dapat meracuni plasenta.
Buku Pedoman Pelayanan Farmasi untuk Ibu Hamil dan Menyusui merupakan pedoman untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan apoteker dalam penanganan ibu hamil dan menyusui. Pelayanan Farmasi untuk Ibu Hamil dan Menyusui diharapkan dapat memelihara kesinambungan komitmen lintas sektor dan masyarakat dalam upaya mempercepat penurunan angka kematian ibu dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Hal ini akan sangat mendukung pelaksanaan upaya strategis dari tiap sektor dan seluruh lapisan masyarakat dalam mencegah kematian ibu.
Pelayanan Farmasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan pelayanan lain di rumah sakit, oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengarahkan kesatuan pandang para apoteker menuju terwujudnya peningkatan mutu pelayanan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan guna mencapai peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu hamil dan menyusui. Diharapkan buku Pedoman Pelayanan Farmasi untuk Ibu Hamil dan Menyusui ini dapat menjadi acuan bagi apoteker dalam pelaksanaan pelayanan Farmasi. 



Resources

Search