INTERAKSI HORMONAL DAN
KUALITAS KEHIDUPAN PADA WANITA
Dr.Mgs. H. Usman Said, SpOG(K)
Subunit immunoendokrinologi reproduksi
Bagian/Departemen Obstetri dan Ginekologi FK UNSRI/ RSMH Palembang
I. PENDAHULUAN
Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 1997 mencapai 201,4 juta dengan 100,9 juta orang wanita. Jumlah wanita berusia di atas 50 tahun mencapai 14,3 juta orang. Pada tahun 2000 jumlah penduduk Indonesia mencapai 203,46 juta orang, yang terdiri dari 101,64 juta laki-laki dan 101,81 juta perempuan. Di samping itu, berkat pembangunan di bidang kesehatan, angka harapan hidup perempuan dan laki-laki Indonesia juga meningkat. Di satu segi kita patut gembira karena usia harapan hidup perempuan dan laki-laki meningkat, namun di segi lain mereka harus melewati usia tua dengan berbagai masalah kesehatan dari dampak kekurangan hormon estrogen dan androgen. Bagi wanita begitu memasuki usia menopause timbullah berbagai macam keluhan yang sangat menganggu dan beberapa tahun setelah menopause, angka kejadian patah tulang, penyakit jantung koroner, stroke, demensia, dan kanker usus besar meningkat. Karena memang keluhan muncul pada perempuan tersebut kebanyakan disebabkan karena kekurangan hormon estrogen, maka dengan sendirinya pengobatan yang tepat adalah dengan pemberian estrogen, yang dikenal dengan istilah terapi sulih hormon (HRT).
Pada wanita, endokrinologi reproduksi perlu ditinjau menurut kronologi masa kehidupannya, yang meliputi masa intrauterin, masa bayi, masa anak, masa prapubertas dan remaja, masa reproduksi, serta masa klimakterium dan senium.