Sabtu, 26 Maret 2011

Jadwal Imunisasi terbaru IDAI 2010

JADWAL IMUNISASI TERBARU 2010

REKOMENDASI IDAI











Imunisasi memiliki arti yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Dengan imunisasi berarti kita telah melakukan investasi kesehatan masa depan karena pencegahan penyakit melalui imunisasi adalah salah satu cara yang paling efektif untuk perlindungan terhadap infeksi. Selain itu, imunisasi juga bisa dikatakan jauh lebih murah ketimbang mengobati seseorang yang telah jatuh sakit dan harus dirawat di pusat kesehatan.
Saat ini, organisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan jadwal imunisasi 2010 yang menggantikan jadwal imunisasi sebelumnya tahun 2008.
Bagi anda yang sedang membutuhkan jadwal imunisasi terbaru tahun 2010 yang direkomendasikan IDAI dapat mendownload secara gratis pada link download di bawah tulisan ini.
Dan berikut adalah keterangan yang tertulis pada jadwal imunisai 2010 rekomendasi IDAI:
  • BCG:  Optimal diberikan pada umur 2 sampai 3 bulan. Bila vaksin BCG akan diberikan sesudah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin. Bila uji tuberkulin pra-BCG tidak dimungkinkan, BCG dapat diberikan, namun harus diobservasi dalam 7 hari. Bila ada reaksi lokal cepat di tempat suntikan (accelerated local reaction), perlu dievaluasi lebih lanjut (diagnostik TB).
  • Hepatitis B: Pertama diberikan dalam waktu 12 jam setelah Iahir.
  • Polio: Diberikan saat kunjungan pertama. Bayi yang lahir di RB/RS diberikan vaksin OPV saat bayi dipulangkan untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada bayi lain. Selanjutnya dapat diberikan vaksin OPV atau IPV.
  • DTP: Diberikan pada umur > 6 minggu. Dapat diberikan vaksin DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan Hepatitis B atau Hib. Ulangan DTP umur 18 bulan dan 5 tahun. Program BIAS: disesuaikan dengan jadwal imunisasi Kementerian Kesehatan.
  • Campak: Diberikan pada umur 9 bulan, vaksin ulangan diberikanpada umur 5 — 7 tahun. Program BIAS : disesuaikan dengan jadwal imunisasi Kementerian Kesehatan.
  • Pneumococcus (PCV): Dapat diberikan pada umur 2,4,6, 12-15 bulan. Pada umur 7 —12 bulan, diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; ( PCV ) pada umur >1 tahun diberikan 1 kali, namun keduanya perlu dosis ulangan 1 kali pada umur 15 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak umur di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.
  • Varicella: Dapat diberikan setelah umur 12 bulan, terbaik pada umur sebelum masuk sekolah dasar. Bila diberikan pada umur >12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
  • MMR: Dapat diberikan pada umur 12 bulan, apabila belum mendapat vaksin campak umur 9 bulan. Selanjutnya IMMR ulangan diberikan pada umur 5-7 tahun.
  • Influenza: Diberikan pada umur >= 6 bulan, setiap tahun. Pada umur < 9 tahun yang mendapat vaksin influenza pertama kalinya harus mendapat 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
  • HPV: Jadwal vaksin HPV bivalen 0,1, 6 bulan; vaksin tetravalen 0, 2, 6 bulan. Dapat diberikan mulai umur 10 tahun.

untuk lebih jelasnya silakan download dengan klik gambar di bawah ini :







PSIKOLOGI ANAK - Konsep anak tentang kesehatan

LIFE CYCLE – PSIKOLOGI ANAK

KONSEP ANAK-ANAK TENTANG KESEHATAN DAN KESAKITAN
Pengetahuan mengenai konsep kesehatan dan kesakitan pertam-tama penting bagi anak sendiri, yaitu menerangkan kesehatan dan kesakitan kepada mereka. Seperti yang dikatakan Eiser (1988), hal ini terutama penting untuk pendidikan kesehatan umum, kesakitan yang akut,opname di rumah sakit, dan penyakit kronis.
  1. Menurut Eiser, semua anak perlu mengembangkan sikap-sikap positif terhadap perawatan diri sendiri dan perilaku kesehatan mereka saat itu, tetapi juga karena sikap-sikap ini berkaitan dengan keyakinan kesehatan positif pada kaum dewasa. Misalnya, diet lemak, tidak hanya berkaitan dengan kegemukan (obesity) semasa kanak-kanak, tetapi juga menambah resiko terkena penyakit-penyakit kardiovaskuler.
  2. Episode-episode kesakitan yang akut dan opname di rumah sakit dapat member stress bagi anak dan kadang-kadang menimbulkan akibat-akibat yang merugikan dalam kurun waktu lama. Diakui bahwa anak-anak berhak mendapat, dan beruntung dari keterangan tentang kesakitan dan prosedur-prosedur medis. Contohnya, anak yang telah mendapat informasi – sesuai dengan tingkat kognitif mereka – tentang apa yang akan terjadi di rumah sakit, biasanya kurang menderita.
  3. Anak-anak dengan penyakit kronis mempunyai persamaan bahwa tidak ada obat yang dapat diperoleh , dan bahwa penyakit-penyakit itu mempengaruhi anak selama paling singkat 3 bulan, seringkali selama hidup. Para orang tua dan anak biasanya didorong agar menjadi bertanggung jawab atas banyak segi perawatan medis. Hal ini mencakup pengobatan diri, perhatian padadiet dan latihan. Contohnya, parapenderita diabetes, perlu belajar bagaimana mengetes tingkat glukosa darah.menyuntikkan insulin diri sendiri, mengatur dosis bergantung pada kondisi kesehatan, makan makanan yang cocok, dan melakukan perawatan ritun yang khusus untukmencegah komplikasi-komplikasi.
  4. Sedikit pengetahuan perlu agar anak dapat memikul tingkat tanggung jawab sendiri (Eiser,1990).
  5. Burbach dan Peterson (1986) menambahkan argument lainnya. Mereka menyatakan bahwa pengetahuan tenaga kesehatan mengenai konsep kesakitan anak memperbaiki komunikasi antara pakar kesehatan dengan anak mengenai pencegahan dan pengobatan kesakitan. Lagi pula, komunikasi yangdiperbaiki membuahkan intervensi yang lebih efektif pada kesehatan anak.
  6. Mereka percaya bahwa konsep anak tentang kesakitan mungkin mempengaruhi serangan, jalan, dan ‘prognosis’ kesakitan pada anak-anak. misalnya selama tahap awal perkembangan kognitif, anak-anak mungkin yakin bahwa “hanya orang-orang jahat yang jatuh sakit”.
  7. Lebih lanjut, pemahaman yang lebih baik tentang konsep anak-anak tentang kesakitan dan personil medis, membantu para tenaga kesehatan mengurangi kecemasan dan meningkatkan ketaatan pada aturan medis (regiment compliance).

Khusus bagi anak-anak yang sakit kronis dan/atau dirawat di rumah sakit lebih banyak pengetahuan tentang konsep, sikap dan keyakinan mereka itu penting. Konsep-konsep mereka yang salah tentang proses penyakit dan efek pada badan, mungkin mengurangi keinginan mereka untuk menerima pengobatan yang diharuskan. Informasi yang lebih banyak dan lebih baik,seharusnya mengacu kepersiapan yang lebih baik bagi anak muda yang sakit. (Eiser, 1985).
  1. Pengetahuan Tentang Badan (Body Knowledge)
Melukiskan perubahan-perubahan kognitif anak-anak dalam proses memahami badan, pengetahuan dansikap-sikap terhadap badan, hal ini penting dengan berbagai macam alas an (Glaun dan Rosenthal,1987:Eiser,1985):
a.       Pendidikan kesehatan yang efektif tergantung pada pengetahuan anatomi dan fisiologi secara tepat.
b.      Komunikasi dengan anak-anak yang menderita sakit kronis : keterangan-keterangan tentang penyakit , pengobatannya dan konsekuensi-konsekuensinya seharusnya tidak hanya berwujud versi-versi buku-buku medis melainkan dibuat cocok dengan status kognitif.

Tidak mengherankan bahwa pengetahuan tentang badan bertambah bersama umur, tetapi tantangan yang sesungguhnya ialah menerangkan mengapa pengetahuan anak itu maju dengan urutan yang dapat diramalkan (Glaun dan Rosenthal,1987) atau bagaimana pengetahuan semacam itu diperoleh (Eiser, 1985).
Cridder, pada tahun 1981 berhipotesis bahwa pengetahuan anak tentang badan itu bertambah lewat urut-urutan sistematis dan dapat diramalkan,mengikuti tahap-tahap Piaget. Penelitian lainnya sepertinya menegaskan kerangka ini dan mengemukakan bahwa urutan tertentu dalam memperoleh pengetahuan mungkin paling baik dapatdipahami dalam kerangka teori perkembangan Piaget (Glaun dan Rosenthal, 1987). Namun, rangka konseptual ini jugadikritik (Eiser, 1985). Galun dan Rosenthal sudah melihat kelemahan-kelemahan metodologis yang disebabkan adanya kepercayaan yang berlebihan atas menggambar sebagai sarana untuk mendapatkan informasi dari anak-anak. Mereka menambahkan wawancara untuk memperoleh keterangan anak tentangpersepsibadannya.eiser (1985)masih menandaskan bahwa metoseini mungkinmenutupi konsep-konsep yang salah mengenai badan.
  1. Konsep-Konsep Penyakit dan Kesakitan
Pada masa silam, perhatian lebih banyak diberikan kepada segi-segi psikodinamiskesakitan anak-anak.penelitianpsikodinamis memusatkan pada pengaruh intrapsikis kesakitan (Burbach dan Peterson, 1986).contohnya, hubungan antaraopname di rumah sakit dan kecemasan akan perpisahan (separation anxiety).
Pendekatan-pendekatan sosiologis memusatkan pada factor-faktor social dan budaya , dan menekankan pengaruh kuat proses sosialisasi umum pada keyakinan kesehatan anak dan perilaku peran sakit (sick-role behavior). Campbell, seorang pendukung pendekatan ini, menekankan hubungan penting antara cirri-ciri statussosial orangtua dengan orientasi-oerientasi kesehatan anak dan perilaku berikutnya (Campbell, 1978).
Bagaimana penyakit kronis bisa mempengaruhi konsep tentangkesehatan dan kesakitan? Dua ramalanteoritis yang berlawanan tentang cara-cara konseptualisasi anak tentang kesehatan dipengaruhi oleh kesakitan yang kronis. Para pekerja yang menerima posisi Piaget, meramalkan bahwa anak-anak yangsakit kronis akan berpengetahuan lebih banyak tentang kesehatan dan hal-hal yang terkait daripada anak-anak yang sehat. Suatuposisi alternative ialah bahwa “…the experience of illness has such overwhelming emotional commitants that the level of conceptualization with respectto the illness is inhibited or regressed..”(Eiser, 1985 ; Eiser,dkk,1983). Data-data dari Eiser dkk (1983) menyarankan bahwa keyakinan yang umum tentang konsep-konsep yang berkaitan dengan kesakitan, aiantara anak-anak tidak pengaruhi oleh status kesehatan seseorang.
Menurut Eiser, Patterson dan Tripp (1984) sebagian besat penelitian ini tidak membandingkan antaraanak yang sehat dengan anak yang sakit, sehingga kesimpulan-kesimpulan dari penelitian tersebut terbatas. Untuk mengatasi problema ini mereka membandingkan anak-anak diabetes dengan kelompok anak sehat. Mereka menyimpulkan bahwa penyakit kurang mempengaruhi (secaralangsung)konsep-konsep anak tentangpenyakit; pengetahuan tentang beberapa segi penyakit tergantung baik pada umur anak maupun pada penyakit.
(sumber : Smet,Bart.1994.Psikologi Kesehatan.Jakarta:Grasindo.)

Ciri-ciri tumbuh kembang anak


Ciri-ciri tumbuh kembang anak


 

 Tumbuh kembang anak yang sudah dimulai sejak konsepsi sampai dewasa itu mempunyai ciri-ciri tersendiri, yaitu:
  1. Tumbuh kembang adalah proses yang kontinu sejak dari konsepsi sampai maturitas/dewasa, yang dipengaruhi oleh factor bawaan dan lingkungan. Ini berarti bahwa tumbuh kembang sudah terjadi sejak di dalam kandungan dan setelah kelahiran merupakan suatu masa dimana mulai saat itu tumbuh kembang anak dapat dengan mudah diamati.
  2. Dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan diantara organ-organ. 
  3. Terdapat 3 periode pertumbuhan cepat adalah pada masa janin, masa bayi 0 – 1 tahun, dan masa pubertas. Sedangkan pertumbuhan organ-organ tubuh mengikuti 4 pola, yaitu pola umum, limfoid, neural, dan reproduksi.
  4. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak, tetapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya. Contoh, anak akan belajar duduk sebelum belajar berjalan, tetapi umur saat anak belajar duduk/berjalan berbeda antara anak satu dengan lainnya.
  5. Perkembangan erat hubungannya dengan maturisasi sistem susunan saraf. Contoh, tidak ada latihan yang dapat menyebabkan anak dapat berjalan sampai sistem saraf siap untuk itu, tetapi tidak adanya kesempatan praktik akan menghambat kemampuan ini.
  6. Aktivitas seluruh tubuh diganti respons individu yang khas. Contoh, bayi akan menggerakkan seluruh tubuhnya, tangan, dan kakinya kalau melihat sesuatu yang menarik, tetapi pada anak yang lebih besar reaksinya hanya tertawa atau meraih benda tersebut.
  7. Arah perkembangan anak adalah sefalokaudal. Langkah pertama sebelum berjalan adalah perkembangan menegakkan kepala.
  8. Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter tercapai. 

 Ciri tumbuh kembang anak


Setiap anak adalah individu yang unik, karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda, maka pertumbuhan dan pencapaian kemampuan perkembangannya juga berbeda, tetapi tetap akan menuruti patokan umum. Sehingga diperlukan kriteria sampai seberapa jauh keunikan seorang anak tersebut, apakah masih dalam batas-batas normal atau tidak. Dikenal normal dalam arti medis dan normal dalam arti statistik. Yang dimaksud normal dalam arti medis yaitu apabila pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun intelek dan kepribadian berlangsung harmonis yang meningkat dan dapat diramalkan kecepatan serta hasil akhirnya, sesuai dengan kemampuan genetik/bawaannya. Sedangkan yang dimaksud normal dalam arti statistik adalah apabila anak tersebut berada dalam batas 2 SD dibawah atau diatas mean kurva sebaran normal menurut Gauss, dimana seorang anak dibandingkan dengan anak sebayanya. Jadi mungkin saja seorang anak termasuk abnormal dalam arti statistik tetapi sesungguhnya masih normal dalam arti medis, misalnya anak dari keluarga yang bertubuh kecil.

Ciri pertumbuhan anak:
1. Perubahan ukuran, misal perubahan ukuran lingkar kepala.
2. Perubahan proporsi, misal pengecilan kepala.
3. Hilangnya ciri2 lama, misal hilangnya tonsil dan refleks-refleks primitif.
4. Timbulnya ciri-ciri baru, misal gigi susu menjadi gigi permanen.


Pertumbuhan fisik pada anak :

1.      Pertumbuhan janin intrauterin
Pada masa embrio yaitu 8 minggu pertama kehamilan, sel telur yang telah dibuahi  berdiferensiasi secara cepat menjadi organisme yang mempunyai bentuk anatomis seperti manusia.pada sistem-sistem tertentu organogenesis diteruskan sampai lebih dari 8 minggu.
Mortalitas pada masa embrio ini tinggi, yang disebabkan oleh abnormalitas dari gen/kromosom dan gangguan kesehatan ibu.makin tua umur ibu merupakan predisposisi kelainan kromosom.sedangkan infeksi pada ibu yang terutama disebabkan oleh TORCH yang terjadi pada trimester 1 kehamilan sering menyebabkan kelainan bawaan.
Pada masa janin yaitu pada kehamilan 9-40 minggu pertumbuhan berjalan cepat dan mulai berfungsinya organ-organ.mortalitas pada masa janin terejadi akibat gangguan oksigenasi, infeksi, trauma, radiasi, bahan kimia, gizi ibu, dan imunitas.
Pada janin umur 8 minggu beratnya hanya 1 gram dengan panjangnya 2,5 cm. pada 12 minggu beratnya 14 gram dan panjangnya 7,5 cm.jenis kelamin bias dikenali pada akhir trimester 1.pada kehamilan 16 minggu berat janin 100 gram dan panjangnya 17.pada umur kehamilan 20 minggu berat janin 500 gram,28 minggu 1000 gram dan panjangnya 35 cm,8 bulan 1500 gram,dan 9 bulan/pada waktu dilahirkan rata-rata berat bayi 3200 gram,panjang badan 50 cm,dan lingkar kepala 34 cm.pertumbuhan janin yang pesat  pada trimester 111 kehamilan ini adalah sebagai akibat dari bertambahnya jaringan lemak subkutan dan masa otot.

2.      Pertumbuhan setelah lahir
a.      Berat badan
Kenaikan berat badan anak pada tahun pertama kehidupan, kalau anak mendapat gizi  yang baik, adalah berkisar  antara :

            700-1000 gram/bulan pada triwulan  1
             500-600  gram/bulan pada triwulan  2
350-450  gram/bulan pada triwulan  3
250-350  gram/bulan pada triwulan  4

Dapat pula digunakan rumus yang dikutip dari Behrman, 1992 untuk memperkirakan  berat badan anak adalah sebagai berikut :

Perkiraan berat badan dalam kilogram
1. Lahir         :           3,25 kg
2. 3-12 bulan :           Umur (bulan)+9
                             2
             3. 1-6 tahun   :           Umur (tahun)x2+8
             4. 6-12 tahun :           Umur (tahun)x7-5
                             2

b.      Tinggi badan
Tinggi badan rata-rata pada waktu lahir adalah 50 cm. Secara garis besar, tinggi badan anak dapat diperkirakan ,sebagai berikut :

1 tahun : 1,5 x TB lahir
4 tahun : 2 x TB lahir
6 tahun : 1,5 x TB setahun
13 tahun : 3 x TB lahir
Dewasa : 3,5 x TB lahir (2 x TB 2 tahun)

Atau digunakan rumus seperti yang dikutip dari Berhman,1992 sebagai berikut :
Perkiraan tinggi badan  dalam sentimeter
a. Lahir         :           50 cm
b. Umur 1 tahun :    75 cm
c. 2-12 tahun :           umur(tahun) x 6 + 77

Rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan data tinggi badan orang tua dengan asumsi  bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai dengan potensinya , adalah sebagai berikut :
TB anak perempuan = (TB ayah – 13 cm) + TB ibu ±  8,5 cm
                                                                         2

TB anak laki-laki  = (TB ibu + 13 cm) + TB ayah ±  8,5 cm
                                                       2

c. Kepala
    Lingkar kepala pada waktu lahir rata-rata 34 cm dan besarnya lingkar kepala ini lebih besar dari lingkar dada. Pada anak umur 6 bulan lingkar kepala rata-ratanya adalah 44 cm, umur 1 tahun 47 cm, 2 tahun 49 cm, dan dewasa 54 cm.
 
d. Gigi
    Gigi pertama tumbuh pada umur 5-9 bulan, pada umur 1 tahun sebagian besar anak mempunyai 6-8 gigi susu. Selama tahun kedua gigi tumbuh lagi 8 biji, sehingga jumlah seluruhnya 14-16 gigi. Dan pada umur 2 1/2 tahun sudah terdapat 20 gigi susu.

e. Jaringan Lemak
   Pertambahan jumlah sel lemak meningkat pada trimestre III kehamilan sampai pertengahan masa bayi. Pertumbuhan jeringan lemak melambat sampai anak berumur 6 tahun, anak kelihatan kurus/langsing. Jeringan lemak bertambah lagi pada anak perempuan umur 8 tahun dan pada anak laki-laki umur 10 tahun sampai menjelang awal pubertas.


Resources

Search