Jumat, 24 Agustus 2012

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DARI ZAMAN PRA YUNANI KUNO SAMPAI ZAMAN KONTENPORER


1. Zaman Pra-Yunani Kuno (abad XV –VII SM)

Berkisar antara empat juta tahun sampai dua puluh ribu tahun SM, disebut sebagai zaman batu, karena pada masa itu manusia masih menggunakan batu sebagai peralatan. Selanjutnya pada abad ke XV sampai VI SM, manusia telah menemukan besi, tembaga dan perak untuk berbagai peralatan, dimana besi merupakan bahan yang pertama kali digunakan di Irak (Brouwer, 1982 : 6). Pada abad ke VI SM di Yunani lahirlah filsafat, disebut the greek miracle yang artinya suatu peristiwa yang ajaib. Beberapa faktor yang mendahului lahirnya filsafat di Yunani, yaitu:
a) Mitologi bangsa Yunani ,
b) Kesusastraan Yunani ,dan
c) Pengaruh ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah sampai di Timur Kuno.
Selain itu, terdapat lima kemampuan yang menanadai zaman pra-Yunani Kuno yaitu sebagai berikut:
a) Know how dalam kehidupan sehari-hari yang didasarkan pada pengalaman,
b) Pengetahuan yang berdasarkan pengalaman yang diterima dengan sikap receptive mind,
c) Kemampuan menemukan abjad dan system bilangan alam,
d) Kemampuan menulis, menghitung dan menyususun kalender yang didasarkan atas sintesa terhadap hasil abstraksi yang dilakukan, dan
e) Kemampuan meramal suatu peristiwa yang sebelumnya yang pernah terjadi.


2. Zaman Yunani Kuno (abad VII-II SM)


Zaman Yunani Kuno merupakan zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ide-ide atau pendapatnya. Selanjutnya tumbuhlah sikap kritis yang menjadikan bangsa Yunani tampil sebagai ahli pikir yang terkenal dan sikap kritis ini lah yang menjadikan cikal bakal tumbuhnya ilmu pengetahuan modern yaitu sikap an inquiring (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis)
Beberapa tokoh filsuf yang terkenal pada masa ini ialah:
1) Thales (625-548 SM)
Pada zaman ini, Thales mengemukakan bahwa arkhe (asal alam semesta) adalah air karena tidak ada kehidupan tanpa air. Terdapat tiga alasan munculnya arkhe yaitu sebagai berikut:
a) Pertanyaan yang signifikan,
b) Munculnya konsep tentang perkembangan, evolusi dan genensis, dan
c) Munculnya pertanyaan dari masyarakat intelektual yang berfikir lebih maju.
2) Phytagoras (580-500 SM),
Pada zaman ini, Phytagoras telah mengatakan bahwa bumi itu bundar dan tidak datar dan pada saat itu juga beliau telah membentuk lembaga pendidikan yang dikenal dengan sebutan Phytagoras Society.
3) Socrates (470-399 SM),
Yang terkenal pada masa ini ialah metode yang diajukan oleh Socrates yaitu metode Maleutike Tekhne (ilmu kebidanan) yaitu suatu metode dialektika untuk melahirkan kebenaran.
4) Democritus (460-370 SM)
Democristus dikenal sebagai Bapak Atom karena jasanya yang telah memperkenalkan konsep atom. Akibat dari pemikirannya itu mengenai atom maka lahirlah lima sifat yang terkandung pemikiran beliau yaitu:
a) Konsep materialistis-monistik yaitu atom merupakan sekedar materi yang tidak didampingi apapun karena disekelilingnya hampa.
b) Konsep dinamika perkembangan yaitusegala sesuatu selalu berada dalam keadaan bergerak sehingga berlaku prinsip dinamika.

c) Konsep murni alamiah yaitu pergerakan atom itu bersifat intrinsic, primer, tanpa sebab, dan tidak dipengaruh oleh sesuatu diluar dirinya.
5) Plato (427-347 SM)
Beliau merupakan filsuf yang pertama kali membangkitkan persoalan being (hal ada) dan mempertentangkannya dengan becoming (menjadi). Dimana tujuannya ialah sebagai cara untuk mencari dasar kebenaran pengetahuan, dan disamping itu beliau juga disebuit sebagai seorang eksponen rasionalisme dan eksponen idealism.
6) Aristoteles (384-322 SM)
Tiga bidang ajaran Aristoteles yaitu sebagai berikut:
a) Metafisika
Metafisika adalah studi tentang being as being (ada sebagai ada). Dimana yang dimaksud being ialah mencakup segala sesuatu, dan didalam ilmu pengetahuan mempelajari sesuatu hal yang memiliki karakteristik tertentu.
b) Logika
Logika Aristoteles didasarkan atas syllogisme (susunan pikir) yang terdiri atas tiga pernyataan yaitu:
 Premis mayor yaitu pernyataan pertama yang mengemukakan hal umum yang telah diakui kebenarannya,
 Premis minor yaitu pernyataan kedua yang bersifat khusus dan lebih kecil lingkupnya daripada premis mayor,
 Konklusi yaitu kesimpulan yang ditarik berdasarkan kedua premis tersebut yaitu premis mayor dan minor.
c) Biologi
Dalam bidang ini, Aristoteles melakukan observasi terhadap telur ayam sampai terbentuknya kepala ayam dan melakukan pemeriksaan anatomi badan hewan dimana yang menjadi prioritas ialah aspek observasi sebagai suatu sarana untuk membuktikan kebenaran sesuatu hal terutama dalam ilmu empiric.

3. Zaman Pertengahan/Middle Age (abad II-XIV M)
Zaman ini ditandai dengan tampilnya pada theolog di lapangan ilmu pengetahuan, dimana para ilmuan tersebut hampir semua adalah para theolog, sehingga aktivitas ilmiah terkait dengan aktivitas keagamaan. Semboyan yang berlaku bagi ilmu pada masa itu adalah ancilla theologia yang artinya abdi agama.
Antara tahun 600-700 M yang menjadi obor kemajuan ilmu pengetahuan berada diperadapan dunia Islam seperti dibidang ilmu kedokteran dan ilmu alam. Adapun tiga bidang sumbangan sarjana Islam yaitu :
a) Menerjemahkan peninggalan bangsa Yunani dan menyebar luaskannya sedemikian rupa sehingga dapat dikenal dunia Barat seperti sekarang ini.
b) Memperluas pengamatan dalam lapangan ilmu kedoteran, obat-obatan, astronomi, ilmu kimia, ilmu bumi, dan ilmu tumbuh-tumbuhan.
c) Menegaskan system decimal dan dasar-dasar aljabar.
Zaman Pertengahan (31 SM-628 M) . Pada zaman pertengahan oleh para ilmuwan sering dinamakan Abad Kegelapan (Sardiman , 1996: 76). Hal ini disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada sejak zaman Yunani-Romawi menjadi terhenti di Eropa. Pada waktu itu agama Kristen berkembang di Eropa. Kekuasaan gereja begitu dominan dan sangat menentukan kehidupan di Eropa. Semua kehidupan harus diatur dengan doktrin gereja atau hukum dan ketentuan Tuhan. Gereja tidak memberikan kebebasan berpikir. Hal ini telah menyebabkan kemunduran bagi perkembangan ilmu pengetahuan.


4. Zaman Renaissance
Renaissance ditandai sebagai era kebangitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Pada zaman ini manusia disebut sebagai animal rationale karena pemikiran manusia pada masa ini sudah bebas dan berkembang. Sehingga banyak penemuan-penemuan ilmu modern yang sudah dirintis oleh tokoh-tokoh ilmuan seperti berikut ini:
a) Roger Bacon (1214-1294)

Menurut beliau bahwa pengalaman (empirik) menjadi landasan utama diawal dan ujian akhir bagi semua ilmu pengetahuan.
b) Copernicus (1473-1543)
Menurut beliau bahwa bumi dan planet semuanya mengelilingi matahari sehingga matahari menjadi pusat (heliosentrisisme)
c) Tyco Brahe (1546-1601)
Berdasarkan penemuan bintang supernova oleh Brahe, maka telah menggugurkan pandangan bahwa angkasa tidak akan berubah sepanjang masa dan bentuknya akan tetap abadi. Penemuan ini juga membuktikan bahwa benda-benda angkasa tidakan menempel pada crytaline spheres, tetapi datang dari tempat yang sebelumnya tidak dapat dilihat untuk kemudian menghilang lagi.
d) Johanes Kepler (1571 – 1630)
Penelitiannya menemukan tiga hukum tentang gerak benda angkasa, yaitu :
1. Orbit planet mengelilingi matahari berbentuk elips.
2. Dalam waktu yang sama, garis penghubung antara planet dan matahari selalu melintasi bidang yang luasnya sama.
3. Jika jarak rata-rata dua planet A da B dengan matahari adalah X dan Y, dengan waktu untuk melintasi orbit masing-masing P dan Q, maka :
X3 : P2 = Y3 : Q2
e) Galileo Galilei (1564 – 1642).
Ia berpendapat bahwa planet-planet tidak memancarkan cahaya sendiri, melainkan memantulkan cahaya dari matahari.


5. Zaman Modern
Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Menurut Slamet Iman Santoso(1977 : 65) perkembangan ilmu pengetahuan ada tiga sumber,yaitu (1) hubungan antara kerajaan islam di semenanjung Iberia dengan negara francis, (2) Perang Salib, (3) para pendeta/sarjana mengungsi ke italia atau ke Negara lain.
Tokoh tokoh pada zaman modern, yaitu :
a. Rene Descartes (1596 – 1650)

Ia dikenal sebagai Bapak Filsafat Modern. Ahli ilmu pasti ini menemukan bahwa system koordinat terdiri atas dua garis lurus X dan Y dalam bidang datar, dimana garis X letaknya horizontal dan disebut dengan sumbu X atau Axis. Sedangkan garis Y tegak lurus terhadap sumbu X dan garis Y disebut dengan sumbu Y atau ordinat. Descartes juga memperkenalkan metode berpikir deduktif logis yang umumnya diterapkan untuk ilmu alam. Dimana metode berfikir tersebut yaitu :
1. Tidak menerima apapun sebagai hal yang benar, kecuali kalau diyakini sendiri bahwa itu benar.
2. Memilah-milah masalah menjadi bagian terkecil untuk mempermudah penyelesaian.
3. Berfikir runtut dengan mulai dari hal yang sederhana sedikit demi sedikit untuk sampai ke hal yang paling rumit.
4. Perincian yang lengkap dan pemeriksaan secara menyeluruh
b. Isaac Newton(1643 – 1727)
Dalam penelitianya Newton menemukan teori gravitasi, perhitungan calculus, dan optika.
c. Charles Darwin
Darwin menyatakan bahwa perkembangan pada mahkluk hidup terjadi karena seleksi alam. Beliau juga menemukan teori Struggle for life (perjuangan Untuk hidup), yang menyatakan bahwa perjuangan untuk hidup berlaku pada setiap kumpulan makhluk hidup yang sejenis karena meskipun sejenis, namun tetap menampilkan kelainan-kelainan kecil.
d. J.J Thompson
Dalam penelitianya tentang atom, beliau menemukan bahwa pada atom terdapat electron. Sehingga ia berpendapat bahwa atom bukanlah materi yang terkecil.


6. Zaman kontemporer
Zaman Kontemporer, pada abad ke XX hingga sekarang, bidang fisika menempati kedudukan paling tinggi dan banyak dibicarakan oleh para filsuf. Menurut Trout, fisika dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur-unsur fundamental yang membentuk alam semesta.

Juga menunjukkan bahwa secara historis hubungan antara fisika dengan flsafat terliht dalam dua cara. Pertama, persuasi filosafis mengenai metode fisika, dan dalam interaksi antara pandangan subtasional tentang fisika (misalnya: tentang materi, kuasa, konsep ruang, dan waktu). Kedua, ajaran filsafat tradisional yang menjawab fenornena tentang materi, kuasa, ruang, dan waktu.
Tokoh yang terkenal pada zaman ini adalah Albert Einstain, yang menyatakan bahwa alam itu tidak terhingga besarnya dan tidak terbatas, tetapi juga tidak berubah status totalitasnya atau bersifat statis dari waktu ke waktu. Einstein percaya akan kekekalan materi. Namun setelah ahli fisika Hubble mengadakan pengamatan dengan teropong terbesar didunia yang menemukan alam semesta tidak statis, melainkan dinamis. Sehingga teori Einstain mengenai kekekalan materi menjadi runtuh.









0 komentar:

Poskan Komentar

Resources

Search

Memuat...